Minggu, 09 Mei 2010

Renungan Lanjutan...

Post on FB April 26th

“Musuh kita yang nyata adalah diri kita sendiri”

“Jihad kecil (peperangan fisik) telah usai, saatnya kita jihad besar melawan hawa nafsu kita sendiri”

Alkohol, obat perangsang, steroid, rokok, narkoba menyadarkanku bahwa bahan kimia bisa mempengaruhi diri manusia. Bagaimana coba dengan kimia organik yang diproduksi dalam tubuh kita yaitu sistem jaringan dan hormonal. Beberapa orang tempramental, beberapa orang suka cemas, kalau wanita lagi dapet jadi memusingkan, beberapa laki-laki pengin jadi perempuan alias banci, saat perut kosong dalam beberapa waktu otak jadi merasa lapar dll. Kesimpulanku sistem tubuh dan hormon = mempengaruhi pola pikir dan keputusan = menetukan jalan hidup.

Titik buta pada penglihatan, gambar siluet dan tes persepsi, membayangkan gajah berwarna kuning saat disuruh untuk tidak membayangkanya, tiba-tiba takut saat ada orang yang tiba-tiba tertawa histeris tanpa sebab, terpana sesaat saat ada rok mini yang dipakai wanita berayun karena hembusan angin, wanita yang marah-marah dan berkelahi dengan wanita lain yang merebut pacar/suaminya dibandingkan marah kepada laki-laki itu, kelas hening sesaat mendengar bunyi sssstt lalu berisik lagi setelah tahu tidak ada guru yang datang dll. Sistem otak bekerja dalam bentuk emosi, pikiran bawah sadar, dan pikiran yang kita kendalika (otak sadar). Contoh-contoh di atas adalah bentuk emosi dan pikiran bawah sadar yang otomatis bekerja pada manusia.
Dalam buku yang saya baca mengenai panduan sholat smart. Penulis menyatakan pengalamannya bahwa dahulu dia berpendapat bahwa khusyu itu yang sampai kita menangis dan suasana sendu saat shalat. Namun beliau merasa setelah menemukan suatu dalil bahwa membawa pikiran sadar adalah lebih baik. Karena kita dulu menghapal surat tanpa tahu artinya biasanya kita lafalkan dengan otak bawah sadar kita bahkan kita berpikir tentang apapun, ayat-ayat tetap mengalir tanpa salah dari mulut kita. Begitu juga dzikir yang diserahkan pada otak bawah sadar. Kadang kita sholat karena memang lagi sedih dan tangisan kita yang bukan karena kekhusyukan kita. Yang kita tangisi tentang kesusahan masalah kita. Saat kita baca ayat tentang bahagianya balasan bagi orang beriman kita tetap saja sedih.

Seseorang jatuh cinta dan tertarikpun ada proses dalam otak emosi dan bawah sadar. Meski dia kadang berpikir dengan pikiran sadarnya orang itu tidak berkategori baik secara agama untuk disukai tetap saja emosi dan bawah sadarnya yang menang. Kasus KD yang menjatuhkan harga diri dan kebahagian rumah tangga is reason I more believe in brain and hormon slave our life.

Nabi dan orang bertaqwa dalam kisah-kisah yang terkenal dikenal sebagai orang yang berhikmah yang mereka menggunakan pikiran sadarnya untuk mengolah informasi dan bekerja sama dengan hati nurani dan diolah sebagai keputusan di pikiran sadarnya. Tujuannya untuk mencapai ridha yang Maha Kuasa. Mereka dalam bertindak selalu otomatis merujuk ke dalil-dalil yang mendekatkan kepada keridhoan Alah.

Meski begitu manusia adalah tempat salah dan lupa terkadang nafsunya yang menang, otak waras kita mungkin sedang mengalami gangguan sehingga tindakan yang menjatuhkan yang kita pilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar