Selasa, 11 Mei 2010

Clue

Hari Sabtu, 2 Minggu lalu kalo gak salah, aku berbicara pada mas Tris seorang yang sudah dekat denganku. Bahwa aku kan menelpon seseorang untuk terakhir kalinya, begitu juga dengan pesan pendek. Tidak ada lagi cara lain selain menemuinya secara fisik untuk menimbulkan chemistry. Karena hatinya sudah ditutup yang sudah aku singgung di postku yang berjudul “Really”. Tapi aku akhirnya menelponya hari Senin sore.

Sebenarnya aku sudah benar-benar selesai dengannya dari dulu ketika dia pergi karena ku tahu di tempat kuliahnya nanti dia akan menemui pangeran impiannya yang selama ini hanya dari suara atau text semata. Tapi dia mengirim pesan pendek bahwa dia meminta maaf tentang surat yang dia tinggalkan di kamarnya. Motif meninggalkan surat dengan cara yang cukup kasar dan minta maafnya itulah yang membikin otaku bertanya-tanya dan menimbulkan rangsangan hebat.

Tanpa dinyana dia tidak melanjutkan mimpinya dan akhirnya bekerja di sebuah kota di ujung barat pulau Jawa ini. Sebuah status yang menyatakan bahwa Allahlah yang tahu yang terbaik dan yang terjadi yang bukan dia impikan membuat aku berpikir, sebagaimana hidupmu yang berubah dari impian tapi nanti kau bisa nikmati dan syukuri begitu juga aku dong. Yah itulah pikiran spontan yang muncul saat aku melihat rangsangan statusnya.

Saat pembicaraanku dengan mas Tris, aku mengemukakan tiga clue yang ada meski begitu ada clue yang lain juga tapi tidak kusebutkan.

Teman kosku yang baru, memberi makanan emping dengan merek emping “nama kotanya”. Aku yang makan waktu itu dan akhirnya temanku yang ngasih makanan juga tahu bahwa dia ada di kota itu, dan beberapa orang lain yang sudah lebih tahu ketawa-tawa. Apa-apaan ini, tiba-tiba saja nama kota itu muncul. Aku jadi bahan olok-olok dan tertawaan akhirnya.

Waktu aku main bulutangkis dengan temanku di Gym, seperti biasa setelah bermain baru kenal-kenalan jika belum kenal. Dan aku dan temanku tertawa-tawa, orang yang memperkenalkan dirinya itu berasal dari kota itu juga.

Dekat kosanku ada rumah yang sedang di bangun, dan saat aku lewat aku seperti ingin memperhatikan percakapan mereka dan ada yang bilang salah satu temanya sekarang sedang proyek di kota itu, aku ketawa kecil di dalam hati.

Saat nelpon terakhir aku mau member tahu tentang clue ini tapi ga jadi karena waktu sudah maghrib. Malamnya aku nelpon lagi, tapi karena dia sedang rame dengan teman-temannya dan tetap ngobrol dengan teman2nya maka aku memilih untuk selesai karena juga temanku sudah siap karena kita mau berangkat main bulu tangkis.

Yang menarik 2 jam sebelum post ini dibuat kakaku menelpon dan dia bilang di Kompas ada lowongan di Krakatau Steel (haha… jadi ketahuan deh).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar