Selasa, 09 Februari 2010

Posting Milis: Kepulangan Mom

Melihat Fb ada teman yang baru kehilangan siMboknya. Untuk pemilik http://hanifarrul.wordpress.com moga tabah ya. Aku pernah memposting kisahku di milis inilah hasil mengobok2 email, ternyata masih ada:

Empat (4) tahun lalu aku bobo yang terakhir kalinya dengan my mother (pulang cuma sehari ngurusin beasiswa biar bisa kuliah di UI), disamping tempat tidur ada tempat tidur nenek yang umurnya udah 93 tahun. Mom bilang tentang mbah yang udah sepuh tapi masih banyak keinginan di dunia ini seperti masih pengin makan ini itu, masih pengin silaturahmi ke saudara2 di seantero jawa (maklum masa mudanya memang sering berdagang kemana-mana dan suka silaturahmi tiap tahun kalo terutama kalo ada om yang punya mobil mau nganterin bahkan nyewa mobil dilakonin).

Aku tau-tau ngomong aja, kalo seorang muslim yang benar-benar tau hakikat kehidupan pasti pengin sekali mati karena mati adalah gerbang kebahagiaan abadi. Maksud aku, semua orang pengin surga tapi untuk ke surga butuh mati dulu, toh kita ke surganya Allah karena rahmat dan rahim-Nya, karena kalo dipikir lebih mendalam kita hidup di dunia tebatas akan qadha dan qodar (ada penjahat ada orang baik, ada keadilan ada kezaliman) artinya kita pernah berdosa dan berusaha beramal sebaik-baiknya dan iman itu yang paling utama membawa kita ke surga.

Tapi untuk mati, tidak boleh direncanakan dengan sengaja dengan sia-sia, semisal pergi berperang itu lain soal karena ada chance menang, kalah atau maksimal mati. Jadi para sahabat itu kalo menyambut perang udah seneng karena ada jalan ke surga secara cepat tanpa menyalahi aturan-Nya.

Saat aku menjawab pertanyaan Mom, terlintas dalam benaku aku telah merestui kepergian dari dunia yang menyusahkan ini kepada orang yang selalu susah dalam hidupnya, sejak kecil tidak pernah mendapat kasih sayang ayahnya dan selama pernikahan dengan bapaku, selalu menderita. Waktu itu Tepatnya Juli 2006 saat penerimaan mahasiswa baru.

Agustus 2006 saat ospek aku mendapat kabar bahwa ibuku telah pulang ke keabadian. Sms yang datang itu aku tahu akan datang cepat atau lambat karena beban hidupnya terlalu berat. (saat aku masih menganggur 1 tahun di rumah aku melihat sendiri bagaimana perihnya ia di waktu malam, sakit kepala sebelah selalu menyerang dengan hebat, aku tau sakitnya karena aku juga mendapat keturunannya ketika banyak pikiran aku juga akan sakit kepala sebelah.)

Beberapa hari setelahnya nenek menyusul, Mom pernah bilang pada nenek bahwa yang dibutuhkan adalah mengikhlaskan diri (maksudnya agar cepat-cepat dipanggil Allah) tapi nenek masih banyak impian dan bahkan berkata "apa aku kon cepet mati". Mungkin setelah Mom pergi nenek sadar, 2 orang anaknya telah mendahuluinya, kenapa surga bukan yang ingin diraih nenek sekarang. Kalian tau itulah cerita mengapa aku mengatakan hal kematian adalah gerbang surga kepada Mom.

Aku menyatakan itu bukan ingin membela Mom meminta nenek untuk ikhlas karena keadaan yang sudah sulit membuat Mom semakin menderita dibalik penderitaan yang lebih hebat lagi dibanding merawat nenek sedang Mom tanpa penghasilan sama sekali (hutang menumpuk dengan cepat saat di desa, Mom pulang berhenti dari kerja, merawat nenek karena tidak ada anak lain yang mau pulang tapi juga tidak mau memberi nafkah hidup).
Tapi karena aku sudah berpikiran seperti itu sejak lama, bahkan saat pemahamanku masih berkembang dalam diri , ekstrimnya mending orang sakit susah payah itu meminta mati dan Surga daripada minta sembuh terus terjebak lagi pada lingkaran nafsu yang tidak pernah berakhir.

Aku tahu kebaikan Mom merawat nenek sudah cukup membawanya ke Surga saat itu, masalah dosa Mom kita hanya memohon Rahmat-Nya. Ingat tentang pelacur yang dijanjikan surga karena ingin memberi minum anjing kan. Pelacur saja diberi kebaikan apalagi orang baik.

Aku mau mengatakan, hidup di dunia itu susah kita selalu mempunyai keinginan (nafsu) (itu mengapa ada orang yang menjadi sufi meninggalkan semua nafsunya menjadi orang yang hanya beribadah ma'doh), tapi aku memilih lebih baik hidup bermanfaat toh nafsu itu dihalalkan (nikah, makan enak, kekuasaan dll), tapi kalo boleh memilih aku pengin cepat ke surga.

Tapi mati itu menakutkan, bagi orang yang masih cinta dunia. Kalo aku diberi umur panjang baik, mau diberi umur pendek tak-apa-apa. Apakah amal kita sudah cukup, Saya rasa manusia itu tempat salah dan dosa, menjadi baik itu perjuangan yang tiada henti sejak kita akil baligh kan (solatnya pasti bolong-bolong waktu masih baru beranjak gede), seandainya selesai sebelum perjuangan menjadi baik benar-benar sempurna (artinya kita sangat baik seperti Rasulullah) cukup iman kita kepada Allah dan Rasul yang membawa kita ke Surga. Dengan pandangan seperti itu insya Allah kita masuk ke Surganya Allah karena kita tidak mungkin berbuat syirik karena orientasi kita bisa hidup baik beriman dan bertaqwa kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar