7 Februari 2010
Hari Minggu, hari ceria. Harusnya sih gitu. Melakukan dosa. Gak minta izin membuka surat untuk seseorang. Gak terlalu kaget sih membacanya, tapi ada beberapa hal yang menjadi tanda Tanya. Untuk hal ini, kelancanganku belum aku minta maaf. Entah sengaja atau tidak dia meletakan sembarangan, mungkin dia juga gak marah dengan aku baca suratnya. Sebuah surat di dalam dompet uang transparent.
Malam sebelumnya sampe jam 3 an belum tidur. Mengingat-ingat lagi ilmu hakikat yang meski sudah paham tapi terlupa dalam arti tidak terlaksana dalam hidup. Aku baca lagi lembaran-lembaran kuliah onlen dan juga buku Hakikat di Balik Materi. Sungguh menentramkan hati. Memang aneh, seolah ada hormon-hormon kebaikan yang mempengaruhi tubuh dan membuat misi selamat akhirat kembali menyala-nyala.
Sore hari aku ke tempat si Dodol. Yang cukup bagus hari ini adalah pembicaraan mengenai great investment yang banyak manusia tidak melaksanakan. Pembicaraan malam di warteg itu berlangsung lama sampe akhirnya warteg itu mau ditutup.
Tulisanku mengenai pemahamanku akan jalan pertolongan dengan jalan sabar dan sholat, juga mengenai hakikat kehidupan yang Cuma ilusi menjadi bahan pembicaraan. Dengan kita tahu bahwa dunia ini ilusi tentu kita tidak memiliki pegangan yang kuat untuk meyakini materi ini akan mengekalkan kita dan juga membuat kita bahagia. Mengenai waktu yang menurut teori relativitas Einstein menjelaskan bahwa waktu mengalami kontraksi, aku teringat mengenai pengajian mengenai 7 tahap yang terjadi setelah kiamat.
Dunia ini menurut AlQuran adalah sangat singkat bahkan manusia ditanya berapa lama dia di dunia, Allah memberi tahu kita bahwa dunia hanya sekejap. Tahap saat dibangkitkan sungguh mengerikan. Yang pertama kita dikumpulkan di Masyar tanpa kejelasan nasib. Semua meminta pertolongan nabi tapi semua menjawab nafsi-nafsi, yang artinya nabi-pun memikirkan bagaimana nasib mereka sendiri apakah selamat atau tidak. Akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau lalu bersujud untuk meminta Allah meringankan urusan umat manusia. Saat proses menunggu itu sungguh sangat menyiksa dan waktunnya sangat lama. Hanya Allah yang tahu berapa lamanya, tapi waktu kecil aku pernah diceritain bahwa kita menunggu selama 50000 tahun. Semua ini akan kita lalui bahkan juga para nabi, tidak ada yang luput dari acara di Masyar ini. Kalau kita tidak aware dengan berita ini dari sekarang bagaimana kita mempersiapkan dengan baik. Selanjutnya ada beberapa tahap. Tapi yang membuat ngeri adalah kita tidak tahu berapa lama menunggu, terus kita tidak tahu akan selamat di akhirat tidak, tiap tahap kita lewati dengan was-was.
Menyinggung investasi yang merupakan core kami di kuliah, aku mulai menyatakan pemahamanku atas perniagaan yang tidak pernah rugi. Ya, perniagaan dengan Allah. Yang artinya kita sebisa mungkin menginvestasikan sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akhirat. Coba bayangkan hidup kita dengan prosesi menunggu di Masyar saja masih jauh-jauh lebih lama prosesi di Masyar. Apa kita tidak membuka mata untuk segera berinvestasi mati-matian untuk negeri akhirat.
Apa kita lebih senang dengan riba yang paling Cuma 10% dengan kebahagiaan yang lebih lama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar