Selasa, 02 Februari 2010

Cara lama yang tidak adil

27 Januari 2010

Nganterin si Dodol ke JEC terus malemnya nonton Spy Next Door di TIM. Itu kali pertama aku ke JEC dan nonton di TIM. Selama perjalanan ke TIM dari Masjid setelah sholat maghrib, ada pembicaraan menarik yang mucul sehubungan dengan romansa yang selalu menerpa kehidupan pria.

Cara-cara lama yang tidak adil. Sesuatu yang menjungkirbalikan pemahaman atas wanita bagi orang awam yang sedikit sekali berinteraksi dengan makhluk yang halus itu. Saya rasa jika banyak berkomunikasi dengan banyak wanita maka laki-laki akan mengetahui ilmu ini secara otomatis.

Pernyataan saya yang juga mengamati hal tersebut ternyata benar juga. Laki-laki yang sopan santun dengan wanita jangan harap mendapatkan hati wanita tersebut kecuali dari sononya wanita itu tertarik. Laki-laki harus sedikit “brengsek”, karena wanita suka dibrengsekin tak terkecuali wanita-wanita alim yang menjaga dirinya. Bagi wanita yang menjaga dirinya, mereka mengaktifkan logika dan perlingungan sosial yang lebih baik. Meski begitu, kadangkala kalau sudah tersentuh emosinya, instink mereka akan mengalahkan logika dan penjagaan sosial yang mereka persiapkan untuk melindungi diri mereka.

Semua itu terjadi memang karena aku selalu berdoa untuk mendapatkan ilmu untuk memperbaiki diri. Aku yakin itu. Aku pertama-tama merasa harus mencari cara untuk memperbaiki akhlak. Maka pertama adalah mencari pemahaman yang baik atas psikologi manusia. Aku download-download ebook2 yang menurutku berguna. Aku simpan di flashdisk si Dodol karena punyaku hilang. Eh si Dodol cerita tentang ebook yang belum aku baca itu. Jadilah aku merasa itu bukanlah suatu kebetulan karena aku berdoa, bergerak dan boom, menyadari hikmahnya.

Kendalikan emosi diri dulu. Jangan pernah cinta mati dengan makhluk Allah. Tapi cintailah Allah karena dialah satu-satunya yang pasti wujud. Lakukan cara-cara baru seperti lagu Ari Laso dengan pemahaman atas cara pikir wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar