Selasa, 30 Maret 2010

STAN

Enam (6) tahun lalu aku mendaftar sekolah yang menjadi banyak impian banyak siswa SMU. STAN namanya. Saat pendaftaran karena tinggi badanku yang lumayan tinggi seorang bapak panitia pendaftaran menyarankan untuk masuk bea cukai atau masuk pajak saja.

Dua bagian di bawah departemen keuangan yang sangat basah ditawarkan kepadaku dengan terang-terangan saat pendaftaran itu. Apakah bapak itu melihat aku sebagai generasi yang mampu meneruskan tradisi?

Mungkin bermaksud mengingkari kegagalan. Tapi setelah selesai ujian dan dalam penantian pengumuman, aku selalu berdoa untuk tidak diterima menjadi siswa di 2 sekolah yang aku daftar STAN dan Poltek Gajah Tunggal. Hampir tiap hari aku berdoa seperti itu, tapi akhir-akhir aku menyisipkan doa aku memohon yang terbaik dan aku gak tahu mana yang terbaik antara diterima atau menunggu tahun-tahun berikutnya untuk melanjutkan ke universitas yang aku inginkan UI. Karena tahun itu aku tak mendaftar dan mengikuti SPMB satu-satunya gerbang ke sekolah impian itu.

Liku jalanku sampai saat ini memperoleh banyak hikmah dan pelajaran. Rejeki hanya datang dari Allah saja, kalau kita takut kekurangan dengan mengambil yang bukan haknya maka tujuan akhir perjalanan ini tidak akan pernah kita sampai.

Kamis, 25 Maret 2010

JIGSAW

Jigsaw.

Malam ini aku menonton film sadis ini, tepatnya seri ke-4. Pesan yang diambil kita tidak dapat menyelamatkan semua orang, kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.

Setelah lama kuliah di Depok, aku menemukan kenyataan beberapa orang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Kita mengalami disekspektasi dari ilusi yang ada. Status adalah yang dicari sehinga kebahagiaan itu sendiri tidak terjadi sebagaimana ekspektasi yang didapat jika status itu ada.

Berlakulah seolah status itu sudah ada.

Jumat, 05 Maret 2010

Bee

Dari sebuah perpustakaan pusat universitas di jakarta.

Banyak kejadian menarik yang tidak diduga muncul dalam kehidupan. Kalo mencari analogi ya seperti bayi yang belajar berjalan. Kadang terjatuh dan sakit lalu menangis tapi tertawa lagi dan mau berjalan lagi.

Menjadi bayi memang enak, emosi tinggi tapi tidak mengingat dengan baik. Tidak pernah trauma ato menjadi pengecut dengan berhenti belajar.

Kerenlah

Mencari cara untuk bisa memenangkan karya pkm. psti bisa semangat. bee

Selasa, 02 Maret 2010

Posting lagi






3 Maret 2010

Setelah lama, aku memutuskan untuk menghapus tulisan-tulisan yang bersifat pribadi. Oh ya Alhamdulillah udah punya hape GSM dual on CROSS B90. Lumayanlah diprediksi untuk 1 tahun sampe selesai kuliah asumsi selesai juga garansinya.

Semua runtuh keluarga baru ini telah selesai. Aku banyak menyadari kesalahanku dalam bertindak baik dalam pekerjaan, kuliah atau mendekati seorang gadis.

Kalah dan salah langkah lebih tepatnya. Kalau memang ada yang memenangkan hatinya dari keluarga yang bahagia maka lebih baik karena punya pengalaman menjalani hidup dalam kehidupan keluarga yang bahagia not from broken home family, juga pemenang hatinya lebih tampan fisiknya untuk keturunan yang baik not ugly man, juga memiliki pengalaman menyenangkan wanita dengan humornya, kata-katanya, sikapnya dan sentuhan-sentuhannya not hijab man, juga memiliki kemampuan mengantar kemana dia pergi dengan sepeda motornya atau mobilnya not walking man, memiliki gaya yang membuat hatinya terus terpikat dengan sikap coolnya not melow man.

Aku juga sama tapi tunggu keridhoan orang tuanya dengan ijab qobulnya. Sekarang penjajagannya tapi terbatas.

Are this a mellow note?

Bau ah... this is analysis. Hormon harus dikendalikan, 2011 lulus Allah kasih rejeki banyak.

Proyek PKM sama transport harus jadi. Moga jadi jalan orang berguna bagi bangsa. Siip

Senin, 15 Februari 2010

Status

15 Februari

Lama tidak menulis karena ada beberapa kesibukan. Internet, barang yang satu ini membuat beberapa orang menjadi terbuka. Dulu orang mungkin akan menyembuntikan perasaannya dan memberi tahukannya hanya kepada beberapa orang saja, sekarang status Fb bisa menjadi ajang ekspresif.

Selasa, 09 Februari 2010

Opini Tentang Post Milis Sebelumnya

Kayaknya itu adalah post dimana ilmu masih terus berkembang. Artinya terus belajar. Ada beberapa yang mungkin terdengar ekstrim. Mungkin ada yang kurang setuju, aku baca lagi juga merasa ada yang terlalu gimana gitu. Tapi sebenarnya tulisan itu ada dasar-dasar ilmu lain yang kalo ditulis bisa jadi buku kecil.

Aku juga gak terlalu setuju dengan tulisanku sendiri. Ada beberapa yang harus dikoreksi redaksinya dan ditambah lagi tulisannya biar gak salah paham. Kenapa aku menulis begitu. Semua memang berposes.

Posting Milis: Kepulangan Mom

Melihat Fb ada teman yang baru kehilangan siMboknya. Untuk pemilik http://hanifarrul.wordpress.com moga tabah ya. Aku pernah memposting kisahku di milis inilah hasil mengobok2 email, ternyata masih ada:

Empat (4) tahun lalu aku bobo yang terakhir kalinya dengan my mother (pulang cuma sehari ngurusin beasiswa biar bisa kuliah di UI), disamping tempat tidur ada tempat tidur nenek yang umurnya udah 93 tahun. Mom bilang tentang mbah yang udah sepuh tapi masih banyak keinginan di dunia ini seperti masih pengin makan ini itu, masih pengin silaturahmi ke saudara2 di seantero jawa (maklum masa mudanya memang sering berdagang kemana-mana dan suka silaturahmi tiap tahun kalo terutama kalo ada om yang punya mobil mau nganterin bahkan nyewa mobil dilakonin).

Aku tau-tau ngomong aja, kalo seorang muslim yang benar-benar tau hakikat kehidupan pasti pengin sekali mati karena mati adalah gerbang kebahagiaan abadi. Maksud aku, semua orang pengin surga tapi untuk ke surga butuh mati dulu, toh kita ke surganya Allah karena rahmat dan rahim-Nya, karena kalo dipikir lebih mendalam kita hidup di dunia tebatas akan qadha dan qodar (ada penjahat ada orang baik, ada keadilan ada kezaliman) artinya kita pernah berdosa dan berusaha beramal sebaik-baiknya dan iman itu yang paling utama membawa kita ke surga.

Tapi untuk mati, tidak boleh direncanakan dengan sengaja dengan sia-sia, semisal pergi berperang itu lain soal karena ada chance menang, kalah atau maksimal mati. Jadi para sahabat itu kalo menyambut perang udah seneng karena ada jalan ke surga secara cepat tanpa menyalahi aturan-Nya.

Saat aku menjawab pertanyaan Mom, terlintas dalam benaku aku telah merestui kepergian dari dunia yang menyusahkan ini kepada orang yang selalu susah dalam hidupnya, sejak kecil tidak pernah mendapat kasih sayang ayahnya dan selama pernikahan dengan bapaku, selalu menderita. Waktu itu Tepatnya Juli 2006 saat penerimaan mahasiswa baru.

Agustus 2006 saat ospek aku mendapat kabar bahwa ibuku telah pulang ke keabadian. Sms yang datang itu aku tahu akan datang cepat atau lambat karena beban hidupnya terlalu berat. (saat aku masih menganggur 1 tahun di rumah aku melihat sendiri bagaimana perihnya ia di waktu malam, sakit kepala sebelah selalu menyerang dengan hebat, aku tau sakitnya karena aku juga mendapat keturunannya ketika banyak pikiran aku juga akan sakit kepala sebelah.)

Beberapa hari setelahnya nenek menyusul, Mom pernah bilang pada nenek bahwa yang dibutuhkan adalah mengikhlaskan diri (maksudnya agar cepat-cepat dipanggil Allah) tapi nenek masih banyak impian dan bahkan berkata "apa aku kon cepet mati". Mungkin setelah Mom pergi nenek sadar, 2 orang anaknya telah mendahuluinya, kenapa surga bukan yang ingin diraih nenek sekarang. Kalian tau itulah cerita mengapa aku mengatakan hal kematian adalah gerbang surga kepada Mom.

Aku menyatakan itu bukan ingin membela Mom meminta nenek untuk ikhlas karena keadaan yang sudah sulit membuat Mom semakin menderita dibalik penderitaan yang lebih hebat lagi dibanding merawat nenek sedang Mom tanpa penghasilan sama sekali (hutang menumpuk dengan cepat saat di desa, Mom pulang berhenti dari kerja, merawat nenek karena tidak ada anak lain yang mau pulang tapi juga tidak mau memberi nafkah hidup).
Tapi karena aku sudah berpikiran seperti itu sejak lama, bahkan saat pemahamanku masih berkembang dalam diri , ekstrimnya mending orang sakit susah payah itu meminta mati dan Surga daripada minta sembuh terus terjebak lagi pada lingkaran nafsu yang tidak pernah berakhir.

Aku tahu kebaikan Mom merawat nenek sudah cukup membawanya ke Surga saat itu, masalah dosa Mom kita hanya memohon Rahmat-Nya. Ingat tentang pelacur yang dijanjikan surga karena ingin memberi minum anjing kan. Pelacur saja diberi kebaikan apalagi orang baik.

Aku mau mengatakan, hidup di dunia itu susah kita selalu mempunyai keinginan (nafsu) (itu mengapa ada orang yang menjadi sufi meninggalkan semua nafsunya menjadi orang yang hanya beribadah ma'doh), tapi aku memilih lebih baik hidup bermanfaat toh nafsu itu dihalalkan (nikah, makan enak, kekuasaan dll), tapi kalo boleh memilih aku pengin cepat ke surga.

Tapi mati itu menakutkan, bagi orang yang masih cinta dunia. Kalo aku diberi umur panjang baik, mau diberi umur pendek tak-apa-apa. Apakah amal kita sudah cukup, Saya rasa manusia itu tempat salah dan dosa, menjadi baik itu perjuangan yang tiada henti sejak kita akil baligh kan (solatnya pasti bolong-bolong waktu masih baru beranjak gede), seandainya selesai sebelum perjuangan menjadi baik benar-benar sempurna (artinya kita sangat baik seperti Rasulullah) cukup iman kita kepada Allah dan Rasul yang membawa kita ke Surga. Dengan pandangan seperti itu insya Allah kita masuk ke Surganya Allah karena kita tidak mungkin berbuat syirik karena orientasi kita bisa hidup baik beriman dan bertaqwa kepada Allah.