Enam (6) tahun lalu aku mendaftar sekolah yang menjadi banyak impian banyak siswa SMU. STAN namanya. Saat pendaftaran karena tinggi badanku yang lumayan tinggi seorang bapak panitia pendaftaran menyarankan untuk masuk bea cukai atau masuk pajak saja.
Dua bagian di bawah departemen keuangan yang sangat basah ditawarkan kepadaku dengan terang-terangan saat pendaftaran itu. Apakah bapak itu melihat aku sebagai generasi yang mampu meneruskan tradisi?
Mungkin bermaksud mengingkari kegagalan. Tapi setelah selesai ujian dan dalam penantian pengumuman, aku selalu berdoa untuk tidak diterima menjadi siswa di 2 sekolah yang aku daftar STAN dan Poltek Gajah Tunggal. Hampir tiap hari aku berdoa seperti itu, tapi akhir-akhir aku menyisipkan doa aku memohon yang terbaik dan aku gak tahu mana yang terbaik antara diterima atau menunggu tahun-tahun berikutnya untuk melanjutkan ke universitas yang aku inginkan UI. Karena tahun itu aku tak mendaftar dan mengikuti SPMB satu-satunya gerbang ke sekolah impian itu.
Liku jalanku sampai saat ini memperoleh banyak hikmah dan pelajaran. Rejeki hanya datang dari Allah saja, kalau kita takut kekurangan dengan mengambil yang bukan haknya maka tujuan akhir perjalanan ini tidak akan pernah kita sampai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar